Contoh Manajemen Memory Di Windows Dan Linux

 

Contoh Manajemen Memory di Windows 
Menggunakan memory virtual. Memory yang dapat dibuat oleh user (pengguna komputer), yang digunakan oleh aplikasi untuk menggunakan sebagian dari memory sekunder seolah-olah menggunakannya sebagai RAM fisik. Semua sistem operasi membutuhkan Virtual Memory, yang merupakan kombinasi dari RAM dan sebagian hard drive.

Implementasi Manajemen Memory di Windows

1.      Masuk ke Control Panel System.

2.      Klik tab Advanced, pada kolom Performance,

3.      klik tombol Setting 

4.      Klik tab Advance pada kolom Performance

5.      Options, klik Change:

6.      Lakukan perubahan setting virtual memory seperti contoh dibawah:

·         Pilih pilihan Custom Size: Bila harddisk kapasitas besar, atur initial sizenya di 1024 MB dan Maximum size nya 4096 MB. Windows XP mempunyai batasan Maximum size di 4GB (4096 MB).

·         Bila ada dua harddisk, atau minimal dua partisi, gunakan partisi selain partisi sistem, misal ada C: dan D:, gunakan partisi D: sebagai media virtual memory nya. Klik drive C:-klik No Paging File, lalu klik D: dan atur custom size nya. Setelah itu biasanya Windows akan minta restart.









Dengan menggunakan Task Manager, adalah hal paling mudah untuk memanajemen proses sekaligus memanajemen memory pada Windows.

Pada Sistem Operasi Linux, kita bisa melihat memory yang terpakai oleh suatu proses dengan perintah “free” pada terminal.

1. Perintah ini menunjukan bagaimana swap space dan banyak swapping yang terjadi


2.Selain dengan “free” kita juga dapat melihatnya menggunakan “cat /proc/meminfo”.


 

3. Ada pula untuk melihat seberapa persen penggunaan swap pada memory, kita menggunakan




4.Dan untuk merubahnya bisa dengan

Komentar