Distro Buatan Indonesia
Garuda
OS
·
Garuda OS merupakan Sistem operasi
Linux buatan anak Indonesia.
·
OS ini tidak kalah hebatnya dengan OS
yang lain karena memiliki fitur-fitur yang menarik.
·
Fitur-fitur yang akan didapatkan
dalam Garuda OS adalah mendukung penggunaan dokumen dengan format SNI (Standar
Nasional Indonesia) aman dari gangguan
virus, atabilitas cukup tinggi, dan berbahasa Indonesia tentunya.
·
Sistem Garuda OS ini disediakan
gratis.
·
Garuda OS dapat menjalankan beberapa
aplikasi yang biasanya dijalankan di windows.
·
Persyaratan yang harus dipenuhi apabila
ingin mengubah OS pada komputer, cukup komputer dengan processor intel ataupun AMD sekelas Pentium IV ke atas, hardisk 8GB
dan RAM minimal 512MB.
BlankOn
·
BlankOn adalah distribusi Linux yang
dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Tim Pengembang BlankOn.
·
BlankOn Linux diluncurkan pertama
kali pada tanggal 10 Februari 2005.
·
Distribusi ini dirancang sesuai
dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia.
·
Linux BlankOn dikembangkan secara
terbuka dan bersama-sama untuk menghasilkan distro Linux khas Indonesia,
khususnya untuk dunia Pendidikan, perkantoran, dan pemerintahan.
·
Bertujuan untuk mengembangkan
kompetensi sumber daya manusia Indonesia dalam konteks perangkat lunak bebas
dan terbuka.
·
BlankOn versi 1 dengan nama kode
Bianglala, versi 2 dengan nama Konde, BlankOn 3 dengan kode Lontara, BlankOn 4
dengan nama kode Meuligoe, BlankOn 5 dengan nama kode Nanggar, BlankOn 6 dengan
kode Ombilin, BlankOn 7 dengan kode Pattimura, BlankOn IX dengan kode Suroboyo,
BlankOn X dengan kode Tambora, BlankOn IX dengan nama kode Uluwatu dan BlankOn XII
dengan nama kode Verbeek.
IGOS Nusantara (IGN)
·
IGOS
nusantara merupakan distro Open Sourcebuatan Indonesia sejak 2006.
·
Dikembangkan
oleh LIPI dengan dibantu oleh komunitas open source
Indonesia.
·
Setiap
tahun dikeluarkan versi baru. Versi pertama dirilis tahun 2006 memakai nama IGN
2006 (R1), lalu IGN 2007 (R2), IGN 2008 (R3), IGN 2009 (R4), IGN 2010 (R5), dan
IGN 2011 (R6).
·
Selanjutnya
IGOS Nusantara 2016, IGOS Nusantara 12.12 (Pembaharuan 2016).
·
Sejak
IGN 8.0, selain versi 32bit juga tersedia versi 64bit.
·
Tahun
2014 tersedia rilis sepuluh atau IGN X.
·
Dalam
membuat OS ini banyak komentar positif dari Institut dan Media.
·
Penilaian
atau komentar positif untuk IGN sebagai “distro karya anak bangsa yang patut
dibanggakan” diperoleh untuk IGOS Nusantara versi 8.0.
·
Penilaian
ini antara lain didasarkan pada :
1.
Distro ini sangat menarik.
2.
Tampilan sangat cantik dan penggunaan kernel yang handal.
3.
Dukungan boot untuk perangkat UEFI (seperti BIOS).
4.
Dapat menjalankan aplikasi sehari-hari.
5.
Dan mempunyai aplikasi tambahan lainnya.
Tea Linux OS
·
TeaLinux
OS adalah distro Linux turunan Ubuntu yang dikembangkan oleh Dinus Open Source
Community (DOSCOM) yang berorientasi pemrograman.
·
Dengan
menghadirkan filosofi, “nikmatnya sebuah racikan”, TeaLinux OS dikembangkan secara
terbuka dan bersama-sama untuk menghasilkan distro Linux pemrograman yang dikhususkan
untuk dunia Pendidikan.
Desa OS
·
Desa
OS dibuat secara khusus sesuai dengan kebutuhan masyarakat pedesaan.
·
Selain
karena spesifikasi komputer yang dibutuhkannya tergolong rendah, tampilan dan
penggunaannya yang simple juga membuatnya mudah dioperasikan.
Desa OS dikembangkan secara khusus oleh Developer Gedhe Foundation dengan aplikasi unggulan Sistem Komunikasi Antar Rakyat (SiKomAr) Sistem Informasi Desa (Sidesa 2.0).
Komentar
Posting Komentar